Jumat, 25 November 2011

Makanan Halal

Mencari, memberi, dan memakan makanan yang halal adalah kewajiban setiap muslim. Kehalalan makanan yang kita makan tidak hanya dari bahan makanannya saja tetapi juga proses dan alat2 yang digunakan untuk membuatnya juga harus terjaga kehalalannya. Jangan lupa juga, uang yang digunakan untuk membeli makanannya pun harus terjaga kehalalannya.
Kali ini saya ingin berbagi mengenai titik kritis dari beberapa bahan makanan yang menentukan apakah makanan tersebut halal atau tidak. Sumber untuk tulisan ini adalah buku Indonesia Halal Directory 2011 yang diterbitkan oleh MUI.
  1. Identifikasi Titik Kritis Bahan Nabati
    Mengapa saya mulai dari bahan nabati? Bukankah produk nabati lebih terjamin kehalalannya? Kita cek yuk.
    Bahan Nabati (berasal dari tanaman) pada dasarnya adalah halal, terutama jika bahan tersebut tidak mengalami pengolahan menjadi produk lain. Namun, jika bahan nabati diolah menjadi produk lain perlu diperhatikan apakah pengolahannya menggunakan kultivasi mikrobial atau tidak, menggunakan bahan tambahan dan/atau penolong atau tidak. Jika jawabannya tidak berarti produk tersebut aman. Jika jawabannya ya, proses tersebut merupakan titik kritis dari produk tersebut. Apalagi jika bahan tersebut diproses Fermentasi Khamr, sudah dapat dipastikan bahwa produknya menjadi HARAM.
  2. Identifikasi Titik kritis Bahan Hewani
    Bahan hewani dapat berupa susu, telur, ikan, daging dan hasil sampingnya (lemak, tulang, kulit, dll).
    Susu, telur, dan ikan merupakan bahan yang halal terutama jika tidak ada pengolahan menjadi produk lain. Jika bahan tersebut diolah menjadi produk lain, proses tersebut menjadi titik kritis bagi produk yang dihasilkan.
    Kehalalan daging dan hasil sampingnya ditentukan dari hewan yang menghasilkannya. Jika berasal dari hewan yang diharamkan sudah pasti apapun yang dihasilkan dari hewan tersebut hukumnya HARAM. Jika berasal dari hewan yang halal harus dipastikan bahwa hewan tersebut disembelih sesuai dengan syariat Islam, lebih afdol jika sudah mendapat sertifikat halal (SH) dari lembaga yang terpercaya, jika hewan tersebut disembelih tidak sesuai dengan syariat Islam dipastikan produk dari hewan tersebut menjadi HARAM. Produk dari hewan halal yang disembelih sesuai dengan syariat Islam tidak otomatis menjadi halal, perlu diperhatikan apakah daging dan hasil sampingnya mengalami pengolahan menjadi produk lain atau tidak. Jika tidak berarti produk tersebut aman. Jika diolah menjadi produk lain, proses pengolahannya menjadi titik kritis bagi produk yang dihasilkan.

Titik kritis yang dimaksud adalah apakah proses pengolahan produk tersebut menggunakan bahan tambahan dan/atau bahan penolong yang halal atau tidak, apakah peralatan yang digunakan tidak terkontaminasi bahan haram dan najis.
Makanan yang halal sekalipun jika terkontaminasi oleh bahan yang tidak halal atau diolah dengan alat yang terkontaminasi najis dan bahan haram dapat menjadikan makanan tersebut menjadi TIDAK HALAL. Mulai sekarang mari kita perhatikan kehalalan makanan yang kita konsumsi. Makanan yang halal akan memberi ketenangan bagi hidup kita.

Yuk kita makan hanya makanan yang halal saja. 


Kamis, 24 November 2011

produk baru ADCHA

Kali ini ADCHA menambah koleksi baru, yaitu sepatu...
Sepatu yang tersedia pada gambar adalah sepatu hand made asli produk Indonesia merek MIMOSABI.
Untuk sementara pemesanan sepatu dilakukan dengan sistem P.O, apa maksudnya? Sistem P.O adalah pemesanan dilakukan dengan membayarkan D.P terlebih dahulu, setelah sepatu siap dikirim pemesan melunasi pembayaran lalu sepatu langsung dikirim kepada pemesan.

Produk yang tersedia adalah sepatu wanita dan anak2. Sepatu terbuat dari bahan kanvas dengan aplikasi perca yang cantik. Untuk mengecek produk kami bisa klik sepatu anak , flat shoes atau wedges & hi heel
Kami menyediakan bermacam model dan ukuran. Untuk menentukan ukuran sepatu yang diinginkan, silakan mengikuti tahapan berikut:




Pertama ukur panjang kaki menggunakan alat ukur (meteran atau penggaris) separti pada gambar. Setelah itu sesuaikan hasil ukuran dengan sepatu yang ingin dipesan menggunakan tabel.









Hasil pengukuran sebaiknya dibulatkan ke atas, agar sepatu yang dipesan nyaman digunakan.

Untuk info dan pemesanan bisa kunjungi koleksi ADCHA atau via sms ke 0857 8145 7879












Rabu, 23 November 2011

Kita (belum) MENANG

Kemarin Sea Games XXVI di Indonesia sudah selesai, pesta penutupan sudah digelar, para tamu pun sudah kembali ke negaranya masing-masing. Juara umum yang diidamkan pun sudah diraih setelah 14 tahun lamanya Indonesia terpuruk. Total medali emas yang diperoleh para atlet Indonesia pun jumlahnya fantastis 182 emas. Namun, tanpa bermaksud mengecilkan perjuangan para atlet cabang olahraga yang lain, sayang emas dari cabang sepakbola masih belum dapat diraih.
Senin malam 21 November 2011 pertandingan final sepakbola Sea Games antara Indonesia vs Malaysia berakhir dengan kemenangan Malaysia melalui adu tendangan penalti dengan skor akhir 4-3 (1-1). Saya yakin seluruh rakyat Indonesia pasti merasa sedih. Satu hal yang paling saya sukai dari penampilan tim Garuda Muda adalah semangat juangnya yang tinggi, tidak menyerah pada kelelahan yang teramat sangat.
Pertandingan semi final melawan Vietnam memang sangat melelahkan. Bermain dalam tempo yang sangat tinggi Garuda Muda berhasil mengalahkan Vietnam dengan skor 2-0. Semangat Garuda Muda yang ingin mempersembahkan yang terbaik untuk negara sangat terlihat dari permainan mereka yang atraktif. Sayangnya waktu istirahat yang tersedia setelah pertandingan tersebut sangat minim, hanya 2 hari.
Walaupun pada awalnya saya dan suami sangat yakin Garuda muda bisa memenangkan pertandingan final melawan Malaysia, namun waktu melihat pertandingan perebutan tempat ketiga antara Vietnam dan Myanmar terbersit sedikit rasa pesimis (Vietnam kalah 0-1 dari Myanmar). Rasa optimis saya kembali muncul saat awal babak pertama Garuda Muda bermain cantik hingga menghasilkan 1 gol di menit ke-5 yang dicetak oleh Gunawan D.C. Pertengahan babak pertama Garuda Muda mulai terlihat kelelahan hingga akhirnya gawang Kurnia Meiga kebobolan pada manit ke-35. Sempat ketar-ketir saat akhir babak pertama permainan Garuda Muda mulai bertahan dan pemain belakangnya sering salah komunikasi.
Babak ke-2 makin membuat saya khawatir. Permainan Garuda muda yang under performe dan lebih sering bertahan menjadikan permainan didikte Malaysia, beruntung para pemain masih fokus walaupun terlihat jelas dari gesture para pemain yang sangat kelelahan. Pergantian pemain sedikit memberi angin segar pada tim, sayangnya Garuda Muda tidak berhasil menambah gol. Rasa optimis saya dan suami mulai bangkit saat menyaksikan permainan Garuda Muda di babak perpanjangan waktu. Pemain Malaysia yang mulai kelelahan akhirnya bermain bertahan. Banyak peluang tercipta, sayangnya tidak berhasil menjadi gol (damn, kiper Malaysia hebat banget). Dan pertandingan harus diselesaikan dengan adu tendangan penalti. Hasilnya Garuda Muda kalah.
Tapi bagi saya dan suami, juga mungkin seluruh rakyat Indonesia, Garuda Muda tetap tim terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Kami sangat berharap banyak bahwa tim ini akan semakin hebat di tahun2 yang akan datang. Banyak PR yang harus dilakukan PSSI untuk mempertahankan performa mereka. Mulai dari pembinaan para junior mereka, latih tanding dengan tim2 hebat (kalau perlu latih tanding ke Jazirah arab atau Eropa untuk melatih mental bertanding mereka), juga latihan fisik untuk meningkatkan stamina. Jangan mengharapkan hasil yang hebat dalam waktu cepat karena yang bisa dibuat instan itu cuma kopi dan mie (tau dong kelas mie instan dan kopi instan?).
Olahraga seharusnya bisa menjadi alat pemersatu bangsa. Jadi jangan jadikan organisasi olahraga sebagai alat politik lagi.

Tetap semangat Atlet Indonesia, beri target lebih tinggi lagi untuk diri kalian sendiri.
Tetap semangat Garuda Muda, jadilah kebanggaan bagi negara.
Tetap semangat rakyat Indonesia, kita bisa menjadi bangsa yang besar dan mandiri.
Tetap semangat semuanya!!!

Jumat, 11 November 2011

Jodoh dan Pernikahan

Hari ini Jum'at tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Banyak banget pasangan yang memutuskan menikah hari ini. Alesannya macam2, ada yang supaya inget tanggal pernikahannya, ada yang merasa keren nikah di tanggal cantik, ada yang...pokoknya banyak deh. Yang pasti hari ini bakal banyak janur kuning melengkung di depan gang, gedung pertemuan, masjid, dan beberapa tempat lainnya. Buat yang sedang melaksanakan akad nikah hari ini, saya ucapkan SELAMAT MENAPAKI KEHIDUPAN YANG SESUNGGUHNYA.
Karena hari ini sepertinya banyak yang sedang melaksanakan ijab kabul, jadi saya mau bahas mengenai jodoh dan pernikahan.
Allah berfirman
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (Q.S. An-Nur: 26)


Dari ayat tersebut jelas terlihat bahwa Allah menjodohkan seseorang dengan orang yang sesuai dengan sikap dan perbuatannya. Kadang kita melihat ada perempuan yang baik tapi menikah dengan laki2 yang keji. Namun, bukan berarti bahwa ayat ini tidak berlaku untuknya. Mungkin si perempuan tidak berhati2 dalam memilih jodoh, tidak melihat latar belakang kehidupan calon pasangannya, atau sang laki2 begitu lihai menyembunyikan sisi negatif dirinya sehingga sang perempuan hanya bisa melihat sisi positif dari si laki2. *Bisa berlaku sebaliknya juga loh.


Jodoh itu rahasia Allah, hanya Dia yang tahu siapa jodoh kita. Jadi jangan segan meminta yang terbaik utk jodoh kita, agar pernikahan kita memberi ketenangan. Percayalah Allah pasti menjodohkan kita dengan orang yang sesuai untuk kita. Jodoh yang Allah pilihkan pasti bisa menutupi kekurangan kita, menjadikan hidup kita lebih lengkap, dan memberi warna yang lebih banyak pada kehidupan kita.


Bila kita diberi jodoh yang pemalas, berpikir positiflah bahwa Allah ingin kita rebih rajin. Bila kita diberi jodoh yang keji, segeralah bertaubat..mungkin kita pernah melakukan kekejian kepada orang lain. Jika kita belum dipertemukan dengan jodoh kita, berpikir positiflah bahwa Allah ingin kita lebih berbakti kepada orang tua kita dulu. Bila kita dipisahkan dari pasangan kita baik melalui kematian maupun perceraian, ikhlaskanlah Allah mungkin menyiapkan pengganti yang lebih baik bagi kita. Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan.


Bagi yang belum menemukan jodohnya bisa juga dicoba cara2 berikut: (diambil dari tweet )
1. Datangi ayah dan ibumu, mohonkan maaf serta doanya, agar jalanmu mulus dlm men #jemputjodoh Sesungguhnya rido dan doa ortu mu adlh kekuatan paling dashyat bagimu
2. Pantaskanlah dirimu di hadapan Allah #jemputjodoh Bagaimana memantaskan diri pada Allah? Mulai introspeksi, bgm ibadah2 fardhu kita selama ini

Memperbaiki serta meningkatkan kualitas diri dlm ibadah fardhu ataupun sunnah, PERLU utk #jemputjodoh caranya sebagai berikut:
1. Perbaiki wudhumu, sudah? Dg menjaga wudhu setan galau emoh mampir, malaikat senang berdampingan denganmu
2. Perbaiki ketepatan waktu shalatmu, sudah?
3. Perbaiki ketertiban dan kekhusyuan shalatmu, jgn cuma 5 menit doong, TERLALU
4. Tambah intensitas shalat fardhu mu dg shalat sunnah, sudah? Mulai dg shalat Dhuha, lalu rawatib dan dini hari Tahajjud
5. Shaum sunnah, sudah?
6. Bagi para gadis nih, sudah memakai hijab? Pantaskanlah kau dipilih krn kecantikan akhlakmu, bukan sekedar tubuhmu
7. Pakailah hijab yg sesuai aturan Islam, gaya boleh tapi jgn jadi ANEH (berkerudung tp ngetat *haduh*)
8. Bagi para bujang nih, stop GALAU dan GA BERANI, yg siap tentukan tgl pernikahan adl laki2 pemberani
10. BERSHODAQOH, sudah? Segera!! ini salah satu jalan utk #jemputjodoh Shodaqoh jangan tanggung2, selain niat yg ikhlas (belajar ikhlas) berikan jg yg terbaik dlm shodaqohmu
11. Perbaiki harta dan makananmu, sudah? Cari yang HALAL, karenanya doa tidak akan terhalang
12. Adakah hal yg lain yg kau berikan untuk Allah, selain ibadah2 pribadimu saja?
13. Niatkan semua ibadahmu bukan sekedar #jemputjodoh tetapi juga utk dicintai Allah. Kl Allah sdh Cinta apa yg tidak, Right?
14. Sabar dan selalu positive thinking pd Allah ats segala ujiannya, semua indah pada waktunya, ok?
15. Yang sdh punya pasangan tp belum nikah, ga usah lama2, segera sahkan hub kalian jd hub yg HALAL
16. Yakin, pintu rizki akan lebih terbuka lg jika menyegerakan menikah, jangan tunda utk segera melamar gadis yg dicintai

Kamis, 10 November 2011

My Hero

Pahlawan adalah orang yang berjuang demi kebenaran, berjuang untuk kebaikan, berjuang demi keadilan. Dahulu para pahlawan berjuang untuk membebaskan negara kita dari penjajahan. Mereka berkorban harta, tenaga, bahkan nyawa. Tidak kenal menyerah demi bisa memberi kemerdekaan hakiki kepada anak cucu mereka.
Kini banyak dari mereka sudah tiada, tapi bukan berarti perjuangan sudah berhenti. Anak cucu mereka *yaitu kita semua* punya kewajiban untuk meneruskan perjuangan mereka. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk meneruskan perjuangan para pahlawan kita?
Menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang mandiri adalah salah satu perwujudan perjuangan yang bisa kita lakukan untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Apa yang bisa kita lakukan agar bangsa kita benar2 bisa menjadi bangsa mandiri? Bagi pelajar sudah pasti belajar dengan tekun, ga tawuran, ga terlibat narkoba, dan memberi prestasi terbaik kita *ga harus dengan nilai tinggi atau jadi ranking1 di sekolah. Bagi para pekerja bisa dengan bekerja sebaik mungkin, tidak mengeluh mengenai fasilitas, gaji atau hal2 yang dapat membuat anda malas bekerja *kalo masih ngeluh mending kluar aja. Buat para pengusaha sebaiknya memperhatikan kesejahteraan pegawainya supaya mereka semangat bekerja untuk memajukan perusahaan anda, tidak melakukan suap menyuap dengan para aparat *suap=dosa! Buat para ibu, jadilah ibu yang bisa jadi panutan bagi anak2nya, tidak mengajarkan kekerasan pada anak, dan mendidik anak2nya untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Bagi para ayah sudah pasti memberi nafkah yang halal bagi keluarganya, dari pekerjaan yang halal, dengan cara yang halal *no corruption dad! Dan buat para aparatur pemerintah, bekerja untuk melayani masyarakat bukan dilayani, jadi semangatlah! Terakhir untuk para atlit Indonesia, selamat berjuang! Kumpulkan emas yang banyak untuk Indonesia *jangan cuma mas2 ;)

Rabu, 09 November 2011

perempuan yang dicintai suamiku


tulisan di bawah saya kopas dari FB seorang teman yang masih mencari siapa penulisnya, jika ada yang tahu tolong di share ya, terima kasih 

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang
pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti
apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi
ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak
kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja,
itu pun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir,
memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan
berdua diluar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik
sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang
beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2
kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia
memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun
pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek
sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan di
rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya.

Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan
diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata
yang begitu cantik seperti yang dia milii. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan
penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan
kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan
mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha
bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu
mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha
yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan
untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario,
setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih
dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain,
dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku
tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.


Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku
sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga
mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan
juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya”, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil
menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak
pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak
pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi
aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah
operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak
mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika
dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa
sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis,
dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku.
Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan
ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari
itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatiku
pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting
ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya,
dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?”
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku
tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima
karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada
perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak
pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti
perasaannya.

Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku
tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk
mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta
untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah


mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak
pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain
dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku
terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia
bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan
seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan
untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau
mengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7
tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia
mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat
hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari
bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan
tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar
dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan
minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu
memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah
menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan
yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja,
bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada
dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya
nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia
mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah
membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah
kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu
masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
“Mario, suamiku….Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama
kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona
padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk


sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku
sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas
angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik
yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku
sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika
aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya
menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “kenapa, Rima? Kenapa kamu
mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang
sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu, Rima”
Di surat yang lain,
“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin
es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari
matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola
matamu saat memandang Meisha……”
Disurat yang kesekian,
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi
suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan
masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka
bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku
selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku
merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku
menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat,
karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan
menantinya……..”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…
dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau
tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan
masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude


Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku
hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu.
Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun
kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2
cinta mulai bersemi dihatimu ?………”
Jelita menatap Meisha, dan bercerita, “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari
jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya
kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu,
dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya.
Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil
itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar,
Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”.
Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk
merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan
email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan
selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup
karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa
beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai
mencintainya?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok
aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya,
supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi
karena dia belahan jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi,
Mario……

Rabu, 02 November 2011

Memanfaatkan Waktu Luang

Waktu aku msih kerja dulu, waktu libur rasanya berarti sekali. Bisa istirahat, bisa tidur sepuasnya, bisa bangun siang. Tapi setelah berhenti kerja malah bingung manfaatin waktu yg buanyak banget ini. Kalo cuma diisi tidur, istirahat ato maen aja kayanya sia2 banget hidup kita. Padahal kalo waktu kita digunakan utk hal2 yang bermanfaat pasti lebih baik (jadi inget suatu hadist *tolong bantu yang inget isi lengkapnya ya* "sebaik2 manusia adalah yang bermanfaat").
Saat menjadi ibu rumah tangga, ketika semua pekerjaan rumah tangga sudah diselesaikan, mulai bingung harus ngapain lagi. Seharusnya siy ga perlu bingung, karena banyak hal bermanfaat yang bisa kita lakukan. Misalnya ikut pengajin *harus seijin suami loh, atau buka usaha online *InsyaAllah suami ngijinin, selain ga perlu ninggalin rumah, tetep bisa dapet penghasilan, atau melakukan hobi yang positif seperti membaca buku *nambah pengetahuan dan membuka wawasan, pokoknya banyak banget hal2 positif dan bermanfaat yang bisa kita lakukan.
Waktu pertama kali berhenti bekerja sempet bingung ma kerjaan rumah tangga yang ternyata banyak banget dan menyita waktu untuk menyelesaikannya *waktu masih kerja diselesaikan sesempetnya, malah ga selesai2 :(. Tapi setelah dikerjakan ternyata bisa selesai juga *seneng, tapi capek. Setelah bisa mengatur ritme pekerjaan rumah tangga ternyata banyak bgt waktu luang yang tersisa *sempet bingung mo ngapain di waktu luang. Akhirnya mencoba buka toko online dengan modal gaji terakhir yang aku terima.
Awal buka toko online agak sedikit sedih, ternyata ga gampang masarin produk. Stok barang banyak tapi yang minat masih sedikit, akhirnya nyoba masarin offline dengan nawarin ke tetangga. Membuang semua rasa malu dan gengsi dengan nyoba nawarin barang dari rumah ke rumah, Alhamdulillah satu dua barang mulai laku. Perkembangan toko online-ku juga agak lumayan, walaupun blon banyak yang beli tapi setidaknya ada satu, dua org yang nanya2 barang dagangan aku, Alhamdulillah sudah ada respon. Akhirnya bisnis online ku mulai ada hasilnya. Sempat vakum beberapa bulan karena kejenuhan, sekarang aku mulai mengaktifkan bisnis online ku lagi, selain itu juga jadi agen buat tetanggaku yang mau bawa barang daganganku, Alhamdulillah sudah ada hasilnya walupun masih sedikit. Smoga bisnis online ku terus berkembang, dan bisa bermanfaat buat org banyak. Amin ya Robbal Alamin